Informasi yang Dibutuhkan Pencari Kerja atau Tenaga Kerja adalah

"<yoastmark

Informasi yang Dibutuhkan Pencari Kerja atau Tenaga Kerja – Hallo sahabat pekerja, kali ini kami akan memberikan informasi

untuk para pencari kerja baik mengenai situs pencari kerja terbaik, surat pencari kerja online sampai membuat kartu pencari kerja online.

Informasi yang Dibutuhkan Pencari Kerja atau Tenaga Kerja adalah angkatan kerja dan tenaga kerja sangat diperlukan untuk memahami makna dan perbedaan antara kedua istilah tersebut.

Angkatan Kerja Membicarakan angkatan kerja, sebenarnya berhubungan erat dengan jumlah penduduk.

Ukuran besar-kecilnya angkatan kerja sangat di pengaruhi oleh pertumbuhan jumlah penduduk yang sudah memasuki usia kerja.

Definisi angkatan kerja adalah penduduk yang sudah memasuki usia kerja, baik yang sudah bekerja, belum bekerja, atau sedang mencari pekerjaan.

Menurut ketentuan pemerintah Indonesia, penduduk yang sudah memasuki usia kerja adalah mereka yang berusia minimal 15 tahun sampai 65 tahun.

Namun, tidak semua penduduk yang memasuki usia tadi di sebut angkatan kerja.

Sebab penduduk yang tidak aktif dalam kegiatan ekonomi tidak termasuk dalam kelompok angkatan kerja, seperti ibu rumah tangga, pelajar, dan mahasiswa, serta penerima pendapatan (pensiunan).

Ada beberapa informasi yang dibutuhkan pencari kerja atau tenaga kerja adalah sebagai berikut:

1. Info Pencari Kerja

Ada 3 tipe kandidat pencari kerja adalah pasif, aktif, dan mapan. Perlu di ketahui bahwa ada beberapa istilah tipe kandidat pencari kerja.

Apakah ada perbedaan tipe istilah tersebut?

pencarikerja.co.id akan mengklasifikasikan kandidat menjadi tiga bagian yang berbeda tentunya berhubungan dengan pola pikir dan posisi dari mereka dalam siklus pencarian kerja

1. Sang Pencari (Aktif)

Bagian ini adalah yang paling mudah di kenali karena mereka mencari info lowongan pekerjaan, merespons iklan lowongan kerja, berkomunikasi secara proaktif dengan rekruiter dan departemen HR.

Mengakses group kandidat seperti ini adalah yang paling intuitif dari ketiga tipe yang lain. Mereka aktif dalam pasar kerja dan paling terbuka untuk terlibat dalam proses rekruitmen.

Saat HR mencari mereka, kemungkinan besar kandidat seperti ini paling banyak di cari. Recruiter membuat strategi penargetan kandidat ini untuk lebih fokus pada placement daripada membajak kandidat dari perusahaan lain.

Namun, beberapa kandidat dalam kelompok ini cenderung menggunakan pendekatan “sebar lamaran dan berdoa” semoga mendapatkan panggilan interview, di mana kualitas profile dari kandidat ini ada masalah dengan kecocokan kualifikasi yang di minta oleh perusahaan.

2. Sang Pemantau (Pasif)

Para kandidat ini di definisikan sebagai pencari kerja yang tidak aktif mencari pekerjaan untuk melamar, tetapi lebih memantau peran mereka dalam pasar dan industri.

Tipe kandidat ini menawarkan peluang paling besar untuk perusahaan yang sedang mencari kanddiat dengan kualifikasi yang spesifik.

Hal ini memberikan lebih banyak visibilitas bagi kandidat dengan tipe pemantau, perusahaan dapat mencari kandidat berdasarkan jejak digital mereka (seperti last activity, skill, pengalaman kerja dll).

Kandidat tipe ini paling dicari karena posisi di inginkan oleh perusahaan membutuhkan keahlian atau pengalaman khusus dimana permintaan pasar yang tinggi akan kandidat seperti ini.

3. Mapan

Kandidat tipe mapan adalah mereka yang tidak melakukan aktivitas apa pun untuk mencari pekerjaan baru. Kelompok ini hampir setengahnya berusia antara 45 dan 64 tahun.

Selain menentukan demografi populasi kandidat dalam siklus pencarian kerja, pencari kerja juga telah meneliti dan mengembangkan algoritma yang menghitung sinyal yang mudah di dekati.

Berdasarkan data perilaku kandidat seperti last activity, serta masa kerja dan industri, kami dapat memprediksi kemungkinan seorang kandidat terbuka untuk membahas peluang karier.

Data di kumpulkan setiap hari dan kami menggunakan eDM kandidat untuk memberikan informasi paling relevant lowongan kerja sehingga kandidat mapan mudah di dekatin.

Dari sang pencari, sang pemantau hingga yang mapan, masing-masing kelompok pencari kerja memiliki karakteristik dan susunan demografis yang berbeda dan memberikan kesempatan untuk lebih lanjut dalam kegiatan pencarian kandidat oleh rekruiter agar seefektif dan seefisien mungkin.

2. Cara Membuat Kartu Pencari Kerja Online

Membuat kartu kartu pencari kerja secara online sangat lah penting untuk bisa di lakukan, karena ini bisa membantu kepada kita dalam pembuatan kartu kerja.

Kartu pencari kerja ini sering di sebut kartu kuning tidak hanya untuk keperluan melamar menjadi PNS, terkadang kartu kuning juga di perlukan sebagai syarat untuk mengajukan lamaran ke perusahaan swasta.

Apa sih kartu kuning yang dimaksud?

Kartu kuning adalah kartu tanda pencari kerja yang sering disebut kartu AK1. Kartu ini di keluarkan oleh lembaga pemerintah, Dinas Ketenagakerjaan (DISNAKER), yang di buat dengan tujuan untuk pendataan para pencari kerja.

Sebenarnya kartu ini berwarna putih yang mencantumkan beberapa informasi tentang pemiliknya, seeprti nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK)

Data kelulusan, hingga sekolah sampai universitas tempat pencari kerja memperoleh gelar, tergantung pada pendidikan terakhir anda.

Kartu kuning ini di buat di daerah kabupaten masing-masing pencari kerja. Pencari kerja hanya bisa membuat kartu kuning di daerah aslinya yang tertera di KTP.

Disnaker, di bawah Kementerian Tenaga Kerja, adalah satu-satunya lembaga pemerintah yang bergerak di bidang penyedia tenaga kerja yang sudah resmi bagi perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja baru.

Disnaker akan memberi data calon pencari kerja kepada pihak perusahaan. Data-data pencari kerja ini di dapatkan dari nama-nama pencari kerja yang sudah terdaftar dan memiliki kartu kuning.

Apakah ada cara membuat kartu pencari kerja online?

Nah.. Apabila kamu ingin membuat kartu pencari kerja online, bisa langsung kunjungi situs pencari kerja terpercaya di laman yang menyediakan pembuatan kartu kuning secara online.

Berikut 11 Disnaker kota yang menyediakan fasilitas pembuatan kartu kerja secara online

  1. Kabupaten Ciamis (http://disnaker.ciamiskab.go.id/)
  2. Kabupaten Pemalang (http://sipelitanaker.pemalangkab.go.id/)
  3. Kab. Depok (http://bkol.depok.go.id/register/2)
  4. Kab. Purbalingga (https://dinnaker.purbalinggakab.go.id/)
  5. Kab. Surabaya (https://ssw.surabaya.go.id/)
  6. Kab. Cimahi (http://bkol.cimahikota.go.id/)
  7. Kab. Surakarta (https://disnakerperin.surakarta.go.id/)
  8. Kab. Bandung (https://disnaker.bandung.go.id/)
  9. Kab. Kebumen (https://bursakerja.kebumenkab.go.id/)
  10. Kab. Tuban (http://sikon.tubankab.go.id/)
  11. Kab. Cianjur (http://disnakertrans.cianjurkab.go.id/kartu_kuning)

Itulah kabupaten yang menyediakan pembuatan kartu kuning secara online yang bisa kami share kembali di situs pencarikerja.co.id.

Mungkin cukup sekian informasi yang bisa kami sampaikan pada situs Pencari Kerja ini, semoga bermanfaat dan bisa memberikan informasi kepada kalian sebagai pencari kerja baik online maupun offline.

Jika bermanfaat silahkan kalian share kembali artikel ini ke jaringan sosial yang kalian gunakan, sebelumnya kami ucapkan terimakasih, salam sukse.

Tags: